Sabtu, 20 Desember 2008

SCEI Fasih UIN Diluncurkan

Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (Fasih) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau Prof Dr H Mahdini MA akan me-launching Studi Club Ekonomi Islam (SCEI), Rabu (24/12), di Hotel Mona Pekanbaru. Dengan begitu, SCEI sudah resmi sebagai salah satu organisasi mahasiswa Fasih UIN Suska.

Menurut Ketua Umum SCEI Fasih UIN Suska M Mukhlis, Sabtu (20/12), SCEI ini bertujuan sebagai wadah belajar dan riset dalam pengembangan ekonomi Islam, baik secara teori maupun praktek bagi mahasiswa Fasih UIN.

’’SCEI diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi Islam dalam bentuk riset dan aplikasi serta menjalin kerja sama dengan pihak pemerintah maupun lembaga lainnya untuk mengembangkan ekonomi Islam,’’ katanya.


Sebenarnya, ujar Muklis lagi, SCEI ini sudah didirikan 14 November 2007 lalu. Tapi, selama setahun sejak berdiri itu, belum ada legalitas yang jelas. Meski begitu, tidak menggoyahkan semangat anggota SCEI untuk mengadakan kajian yang berbasis ekonomi khususnya ekonomi syariah. Di samping itu, anggota SCEI terus berusaha mencari legalitas.

Dan,akhir November 2008 lalu, SCEI resmi bergabung dengan Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FS2EI), sebagai induk SCEI yang berpusat di Universitas Indonesia.

’’Mahasiswa yang tergabung dalam kajian ini dapat mempelajari, menerapkan, mensosialisasikan, dan mengaplikasikan ekonomi Islam di tengah masyarakat,’’ ungkapnya.

Selain acara launching SCEI, juga digelar talk show ekonomi Islam dengan tema ‘’Peran Ekonomi Islam untuk Mendukung Pemerintah dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Riau’’. Seminar ini akan diisi oleh pemateri yang profesional dan terkemuka di Provinsi Riau, yakni dari Pimpinan BNI Syariah Pekanbaru, Pemprov Riau dan Dr H Mawardi M Saleh LC MA, guru besar UIN Suska. (Dodi Putra-CCMD)

Rabu, 19 November 2008

Sukses, DM I UIN Suska Riau

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komsat Universitas Islam Negri (UIN) Suska Riau setiap tahunnya, tanggal 6 hingga 9 November 2008, menggelar Daulah Marhalah (DM) yaitu sebuah kegiatan pelatihan kepemimpinan.

Dalam kegiatan tersebut, hari pertama sampai dengan hari yang ketiga, kegiatan DM diisi dengan penyampaian materi-materi penting beserta simulasinya. Kegiatan tersebut dilaksanakan langsung di Aula Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau.

Pada hari keempat yaitu hari terakhir kegiatan DM diisi dengan Primary Camp di area lingkungan Unri. Bermacam kegiatan seperti Outbound, Hiking, dan beberapa pelatihan fisik lainnya. Lidiyana, salah satu mahasiswi UIN Suska, Fakultas Tarbiah dan Keguruan yang ikut menjadi peserta DM UIN Suska Riau, dengan antusias menceritakan pengalamannya selama mengikuti DM UIN Suska Riau.


‘’Wah seru banget kegiatannya. Apa lagi yang Primary Campnya. Dapat pelajaran agama, makna kebersamaan dan kekompakan, aku dapatkan pada kegiatan ini. Dulunya nggak kenal, eh sekarang kenal dan makin akrab. Oya, pengalaman aku sewaktu hiking yang waktu itu juga lagi turun hujan lebat. Aku terjebak masuk lumpur dan aduh, malu banget,’’ Ungkap Lidiyana panjang lebar pada wartawan.

Tepat pukul 17.00 Wib, hari terakhir kegiatan DM ini, semua para peserta dan panitia, berkumpul bersama-sama menyanyikan lagu Mars KAMMI dan ditutup dengan acara bersalam-salaman yang menandakan kegiatan DM telah selesai dilaksanakan.(Melda CCMD, FE Unri 07)

UIN Suska Pamerkan 69 Judul di Acis

Setelah sukses menjadi tuan Rumah Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) 2007, kemudian pada tanggal 3 hingga 6 November 2008 UIN Suska mengikuti kegiatan pameran buku karya ilmiyah dosen, bertempat di Hotel Horison Palembang. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan ACIS 2008 dimana IAIN Raden Fatah Palembang ditunjuk sebagai tuan Rumah.

Pada pameran karya ilmiyah kali ini, selain jurnal dan hasil penelitian dosen, UIN Suska menampilkan 69 judul buku seluruhnya merupakan karya Dosen UIN Suska. Buku yang paling banyak diminati adalah karya Prof. H.M Nazir (Rektor UIN Suska). dan saat ini ada sebanyak 120 judul buku yang sedang ditulis oleh dosen UIN dengan dana Islamic Development Bank (IDB).


Salah seorang pengunjung merasa salut ketika melihat buku-buku yang ditampilkan UIN ternyata bukan hanya dari kajian keislaman tapi juga dibidang ilmu lainnya seperti buku keuangan negara. Abdi Al Makstur MAg Direktur Suska Press mengungkapkan, dosen perlu bermotivasi untuk menulis karena ternyata buku-buku dari UIN Suska Riau laris manis di pasaran.(nto)

Kamis, 30 Oktober 2008

Halal Bi Halal Fakultas Tarbiyah UIN Suska

Halal Bi Halal Fakultas Tarbiyah UIN SuskaDekan :
Kami Dulu Berbondong-bondong ke Rumah Dosen Pakai Sepeda

Drs.Mas'ud Zein M.Pd, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau, sempat mengkritisi hubungan antara Dosen dan Mahasiswa di Universitas tersebut yang dinilainya sudah mulai merenggang. Hal ini disampaikannya pada acara halal bi halal yang diadakan oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan pada Selasa (28/9) lalu di Mushala Tarbiyah.

''Saya heran, sekarang hubungan Dosen, Karyawan dan Mahasiswa sudah mulai merenggang, jarang ditemukan mahasiswa mengunjungi dosen. Jika dulu, kami berbondong-bondong pakai sepeda ke rumah Dosen,'' Terang Mas'ud Zein bersemangat. Ia berpesan hendaknya mahasiswa lebih meningkatkan hubungan silaturahmi dengan para Dosen.


Pada Halal Bi Halal yang dihadiri Dekanan, Ketua-ketua Jurusan dan Mahasiswa itu, Mas'ud berharap interaksi Mahasiswa dan Dosen ke depan lebih akrab. Karena menurutnya, kontraksi Dosen dan mahasiswa itu tidak seperti Walikota dan warganya, tetapi seperti Seorang Ayah dan Anak. Ia menghendaki mahasiswa Tarbiyah menjadi pelopor untuk hal ini.

Setelah ceramah singkat, makan bersama dan doa, acara diakhiri dengan bersalam-salaman. (Hendrawan, UIN Suska Riau)

Lema Tarbiyah UIN Suska Dilantik

Lema Tarbiyah UIN Suska DilantikTampa Sengaja Mengambil Momen Sumpah Pemuda

Setelah sempat tertunda selama beberapa minggu, Badan Legislatif Mahasiswa (Lema) yang dulu dikenal dengan sebutan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Riau (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau akhirnya dilantik pada Selasa (28/10) pagi lalu.

Pelantikan yang dihadiri Dekananan, para Ketua Jurusan (Kajur) ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan para pengurus Lema yang akan dilantik ini terasa lebih istimewa. Pasalnya acara pelantikan yang dimulai sekitar pukul 9.00 WIB itu bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda yang ke-80.


''Pelantikan ini memang sempat tertunda, karena saya mendapat musibah. Tapi sekarang tepat di hari yang bersejarah. Karena bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda.'' Ujar Drs.Mas'ud Zein M.Pd, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau, disela-sela sambutannya.

Dekan pada sambutannya berharap Lema dapat membuat kegiatan sebanyak-banyaknya. Sesuai dengan dengan fungsi Lema yang merupakan perpanjangan tangan dari Petinggi Fakultas.

Abdul Kadir, Ketua Lema yang dilantik, didampingi oleh wakilnya Eko Putra mengatakan, dalam waktu dekat akan mengadakan pelatihan internet bagi seluruh mahasiswa semester I.

''Kita akan mengadakan kegiatan besar sesuai visi kita, Guru harus mampu di bidang TI (Teknologi Informasi, red). Kita akan mengadakan pelatihan Internet khusus bagi mahasiswa semester I,'' Ujar Kadir. (Hendrawan, Mahasiswa UIN Suska Riau)

Minggu, 26 Oktober 2008

Dema UIN Gelar LKMT

Untuk memperteguh visi kepemimpian mahasiswa, Dewan Mahasiswa (Dema) UIN Suska Riau menggelar Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Lanjut (LKMT) pada Kamis (23/10) siang lalu. Acara yang digelar di gedung PKM UIN ini dilangsungkan selama tiga hari hingga Sabtu (25/10).

Menurut Eddi Ruysdi, Presiden Mahasiswa UIN Suska Riau, jumlah perserta latihan hanya tiga puluh orang yang terdiri dari utusan setiap Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) di setiap Fakultas. Rusydi mengatakan pembagian jumlah peserta disesuaikan dengan banyak jumlah mahasiswa masing-masing fakultas.

‘’Pesertanya tiga puluh orang utusan pengurus dari setiap fakultas, kita memberikan wewenang setiap fakultas untuk mengirim peserta. Jumlah peserta dari fakultas tergantung jumlah mahasiswanya, jika banyak banyak pula utusannya,’’ terang Rusydi ketika ditemui di Dema UIN Suska beberapa waktu lalu.


Acara hari itu dibuka oleh Drs Wakisman MA, Kepala Bagian Kemahasiswaan. Dalam sambutannya Wakisman berharap pelatihan ini dapat menambah skill kepemimipan mahasiswa, sebab menurutnya skill kepemimpinan mahasiswalah yang dipakai di masyarakat.

Setelah pelatihan selesai, para peserta akan terus difollow-up melaui diskusi-diskusi kepemimpinan yang diadakan sekali seminggu. Selain itu juga akan diadakan acara outbound antar peserta pelatihan tinggkat lanjut ini. (Hendrawan, Mahasiswa Bahasa Inggris UIN Suska Riau)

2013, UIN Jadi Universitas Terkemuka

SESUAI dengan visinya, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (SSK) Riau bertekad menjadikan universitas ini sebagai universitas internasional yang terkemuka di Asia Tenggara 2013.

‘’Untuk itu kita sadar, demi mencapai cita-cita tidak bisa dilakukan hanya sendiri, melainkan diperlukan adanya kerja sama. Baik antar individu secara internal dan ekternal maupun antar institusi secara nasional maupun internasional,’’ ungkap Rektor UIN Suska Riau Prof Dr HM Nazir.

Sehubungan dengan itu pula, kata Nazir, pihaknya telah melakukan kerja sama di tataran nasional dengan berbagai Perguruan Tinggi (PT) antara lain Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Intstitut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjajaran.

Begitu juga di tataran Internasional. UIN telah pula melakukan kerja sama dengan beberapa PT antara lain Universitas Of Jordan, Aman, Universitas Ummu Darman Sudan, Universitas Songkia Thailan, Center For Leadership and Development Studies (Celdes) Malaysia.

Oleh karena itu, pihaknya optimis, pencapaian Visi UIN SSK II Riau ini bukanlah sekedar isapan jempol belaka. Karena indikasi mengarah kesanapun secara perlahan telah mulai tampak. ‘’Disamping kita telah menerima mahasiswa-mahasiswa dari Malaysia pada tahun sebelumnya, tahun ini kita juga menerima 10 mahasiswa dari Thailand melalui program beasiswa,’’ ujarnya.

Berikutnya, berdasarkan kerja sama yang telah dilakukan, akan menyusul mahasiswa-mahasiswa dari luar negeri lainnya seperti Vietnam, Cina, Kamboja dan Brunai Darusalam.(nto)