Jumat, 23 Desember 2011

Angan-angan menjadi anggota DPD RI

Masyarakat Indonesia harus mencintai Bangsa dengan budayanya sendiri.Bangsa Indonesia akan merasa bangga dengan pemuda bangsa yang selalu berusaha untuk memajukan Negeri ini.Pemuda yang sanggup menumbangkan Insan Ajnabiyyin.We can take example "Sule" , How sweet he brought culture's sunda like ,"hey nomay NiNing cangkleng cangkleng!".Sungguh mengagumkan kekuatan budaya sunda.Karena Sule, lagu itu menjadi favorit ketika kaka pramuka UIN Bandung menyanyikan yel-yel sperti itu saat berkemah di Jambi.Seorang pramuka sudah semestinya menyadarkan anak bangsa apa dan bagaima hidup berbangsa dan bernegara.Oleh karenanya kaka disini akan menyampaikan beberapa impian jika menjadi anggota DPD RI
.

Anggota DPD RI selayaknya dapat membuat negara yang berpedoman pada kota Madinah.Masyarakat madani atau Madaniyyun sangat menjungjung tinggi toleransi.Mengingat DPD merupakan delegasi parlemen yang dipilih oleh rakyat non partai.Maka setiap warga negara memiliki kebebasan untuk mengeluarkan pendapat.Asupan masyarakat kiranya dapat diterima oleh para petinggi negara.Kaka akan berusaha untuk mendorong Pemerintah dalam menciptakan delegasi muda yang jujur,adil dan amanah.anak bangsa akan memiliki karakter yang hampir mirip dengan orang tuanya.Walau kenyataan seperti itu,pendidikan yang berbeda dengan zaman dahulu bisa mebuat anak lebih cerdas dari orang tuanya.

Pendidikan itu diatas segala,anggota DPD menggandrungi stabilatisme fasilitas sekolah anak didik agar lebih semangat.Semangat belajar dan ketekunan anak mampu menciptakan anak harapan bangsa yang sesungguhnya.Setiap manusia memiliki waktu mood masing-masing, sebagian dari orang tua mengetahui hal itu tapi terkadang  orang tua merasa anaknya selalu dapat melakukan kegiatan yang dikehendaki.Padahal ada beberapa cara khusus yang bisa digunakan seorang Ibu dan Ayah.Biarkanlah anak melakukan apa yang di senangi, tanpa ada tekanan keras.Buat anak nyaman dengan keberadaan orang tua dirumah karena tidak semua anak menyukai dengan keberadaannya.Satu hal yang pasti bahwa anak butuh dorongan keluarga sebagai pendukung dalam proses perkembangan.    

Sekolah kehidupan dapat dipelajari tanpa harus bolak-balik ke Sekolah.Keagamaan termasuk sekolah kehidupan yang dinomor satukan dalam program kerja.Kaka rasa seluruh masyarakat perlu menelaah kembali agama yang dianutnya.Karena boleh jadi mereka saat ini lupa dan enggan untuk melaksanakan kewajiban sebagai pemeluk agama.Memperbanyak media keagamaan yang mengajarkan pelajaran kehidupan bukan mengungkap aib yang sedang mashur.Meminnimalisir kecerobohan para wartawan daerah, supaya tidak timbul isu-isu yang tidak relevan dengan fakta yang ada.Merubah paradigma masyarakat tentang ilmu yang ilmiyah cukup tanpa politik yang lihai.Perlu dipatrikan dalam-dalam :"Alhaqqu bighoyrinnidzom yughlibuhul baathil binnidzom," artinya "kebenaran yang tak tersusun akan terkalahkan oleh kelicikan yang tersusun".Wahai para pemuda harapan bangsa mari kita bangkitkan negeri ini jangan biarkan Mahasiswa mencintai budaya asing sedang budaya sendiri dilupakan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar